BEA CUKAI SUMBAGBAR DAN KEJAKSAAN PROVINSI LAMPUNG MUSNAHKAN BARANG KENA CUKAI ILEGAL SENILAI 7 MILIAR RUPIAH

BEA CUKAI SUMBAGBAR DAN KEJAKSAAN PROVINSI LAMPUNG MUSNAHKAN BARANG KENA CUKAI ILEGAL SENILAI 7 MILIAR RUPIAH

Kamis, 31 Oktober 2019 | By Nathania Davita

Bandar Lampung – Pada hari Kamis (31/10) bertempat di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Fortune Mulia Indonesia telah dilaksanakan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal senilai 7 Miliar oleh Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat bersama Kejaksaan Provinsi Lampung. Acara pemusnahan dibuka langsung oleh Yusmariza Selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat  (Bea Cukai Sumbagbar).

“Bea cukai memiliki empat fungsi dimana salah satunya adalah sebagai Community Protector yang berperan membatasi beredarnya barang yang dianggap mengganggu kesehatan jika dikonsumsi masyarakat seperti rokok, minuman keras, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (vape). Untuk itu perlu diawasi produksi dan peredarannya menurut aturan yang berlaku”, ujar Yusmariza dalam sambutannya.

Yusmariza menambahkan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil kerja keras Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sumbagbar serta sinergi yang terjalin baik dengan Kejaksaan Provinsi Lampung.

Acara pemusnahan ini turut disaksikan oleh perwakilan dari Gubernur Lampung, Kepolisian Daerah Lampung, Komando Resor Militer Lampung, Komando Pangkalan Angkatan Laut Lampung, Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu, Disperindag Provinsi Lampung, Komando Detasemen Polisi Militer Lampung, Kejaksaan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, PT Pelindo II cabang Panjang, KSOP Kelas I Lampung, Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung, PT Pos Indonesia cabang Bandar Lampung, Instansi Sipil Pemerintah Provinsi Lampung, stakeholder serta media massa lokal maupun nasional Provinsi Lampung. 

Adapun pemusnahan dilakukan dengan cara dilindas dengan alat berat dan dibakar. Setelah prosesi pemusnahan selesai acara dilanjutkan dengan konferensi pers kepada media massa diantaranya TVRI Lampung, RRI Lampung, Tribun Lampung, Kompas Lampung dan media massa lokal lain domisili Provinsi Lampung.

Konferensi pers disampaikan oleh Zaky Firmansyah Selaku Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sumbagbar.

“Total barang bukti tindak pidana khusus cukai dan barang milik negara yang dilakukan pemusnahan tahun ini berupa Rokok Ilegal sebanyak 10.100.406 batang, Minuman Keras sebanyak 149,4 Liter, Tembakau iris sebanyak 300.000 gram, dan Vape sebanyak 5,11 Liter dengan total nilai barang Rp 7 miliar dan potensi kerugian negara Rp 4 miliar”, ujar Zaky.

Zaky menambahkan bahwa barang tersebut merupakan hasil dari operasi yang dilakukan oleh Bea Cukai Sumbagbar pada awal Januari 2018 sampai dengan Juni 2019. Zaky juga menyampaikan bahwa operasi penegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Sumbagbar berhasil menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal dari 11,08% di tahun 2018 menjadi 3,28% di tahun 2019.

Konferensi pers dilanjutkan oleh Andi Suharlis selaku Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung. Andi menyampaikan bahwa pihaknya juga akan terus bersinergi dengan Bea Cukai terkait dengan pemulihan keuangan negara maupun terkait dengan tindak pidana.

Acara pemusnahan BKC ilegal berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah / meningkatkan sinergi Bea Cukai dengan instansi terkait lain serta diharapkan peran aktif dari masyarakat dalam membantu pengawasan dan peredaran BKC ilegal untuk Indonesia Makin Baik.




Share On :